Aku Jano, aku punya banyak impian
yang kadang terpikir olehku aku ini orang yang serakah, ambisius, atau karena
aku merasa potensi diri yang kumiliki belum maksimal kumanfaatkan??? Apa yang
kumiliki sekarang secara materi sudah cukup, tetapi otakku rasanya belum mau
berhenti berpikir mencari berbagai peluang yang mampu kulakukan dan uang adalah
bonus dari usahaku itu.
Akupun sering berpikir, apa
sebenarnya yang kucari??? Namun jawabnya selalu aku tidak mencari apa-apa,
selain hanya memanfaatkan potensi diri dan uang adalah bonus dari usaha itu.
Jika membaca buku, aku ingin bisa
menjadi penulis. Jika melihat pengusaha sukses, maka aku ingin menjadi
pengusaha. Semua impian rasanya mungkin untuk direalisasikan, sampai aku
bingung akan fokus kemana? Aku ingin menjadi pengusaha (enaknya usaha
apa??semua punya peluang…) aku juga ingin jadi penulis (tapi ternyata lebih
sulit daripada jadi pengusaha…menurutku). Mungkin benar otak kanan umumnya
lebih lemah dari otak kiri (itu padaku lho).
Sekarang kutahu yang kumau, aku akan
jadi pengusaha saja sedangkan menulis akan kutekuni sebagai hobi sambil terus
mengasah kemampuan menulisku yang masih payah. Kehausan untuk menulis bisa
kuobati dengan banyak membaca karya-karya para penulis yang sudah senior.
Sebenarnya Jano adalah tokoh ehm
bukan tokoh tepatnya hanya sebuah nama karangan. Kenapa Jano? Apa artinya Jano?
Jano hanya sebuah nama karangan..betul-betul karangan yang muncul begitu saja
di kepalaku, jadi Jano tidak memiliki arti dan tidak memiliki alasan. Jano
lahir begitu saja, tapi cukup mewakili seseorang.
Sidoarjo, 10 September 2011
‘
No comments:
Post a Comment