Tuesday, 2 October 2012

Tweevordiar

Halaman terakhir membaca karya Dee yang baru difilmkan sudah selesai kubaca...
Setelah beberapa hari sebelumnya selesai juga membaca judul buku yang sama dengan judul new entry ini "Tweevordiar".
Tarra...hasilnya keren abis...
Kedua karya penulis perempuan yang dimiliki bangsa ini verry...verry cool...
Tweevordiar...ehm
Dari situ aku jadi merasa semakin mencintainya...
Bagaimana menunjukkan cinta kepadanya...
Bahasa yang ringan, bahkan tema yang ringan dan sehari-hari banget... dalam setiap percakapan Alexandra dan Beno.
Namun justru dari cerita percakapan keseharian itu "Tweevordiar" jadi begitu membumi.
Kemampuan penulis mengolah percakapan keseharian untuk memikat dan mengikat untuk terus membacanya sampai selesai.
Novel ini bagiku bukan hanya sekedar hiburan, namun juga sarana pembelajaran. Sarana pembelajaran tentang menulis yang memikat, mampu mengikat pembaca sampai halaman terakhir...namun sampai saat ini masih sangat sulit rasanya bagiku untuk mampu menulis demikian apik dan menarik...

No comments:

Post a Comment