Buku

Ganti Hati
Meskipun aku belum selesai membaca buku "Ganti Hati" rasanya sudah gak sabar untuk segera menuliskan pendapatku tentang buku ini.
Buku ini telah menambah ilmuku yaitu ilmu untuk menulis secara jujur (seperti yang kubaca pada bukunya Gola Gong), juga menyampaikan secara detail deskripsi dari suatu kejadian, keadaan.
Bahwa penulis yang baik harus mampu mendeskripsikan sesuatu dan membuat pembacanya dapat ikut merasakan tanpa melihat secara visual.
Apa yang dituliskan pada buku ini seperti sebuah catatan harian yang ditulis dengan menarik dan dapat menjadi konsumsi publik karena privacynya telah berubah menjadi sebuah cerita.
Hampir sama dengan cerita pada "Habibie dan Ainun" yang ditulis dengan menarik.
Aku menjadi menyadari betapa pentingnya setiap detail peristiwa yang kita alami harus diperhatikan jika ingin dapat menjadi penulis yang baik. Karena peristiwa dan kejadian yang kita alami sehari-hari akan dapat menjadi sumber cerita yang baik dan menarik.
Tidak lupa deskripsi yang detail dan teliti, serta pengetahuan yang luas untuk memberikan roh dan isi pada tulisan.
Penulis yang bukan seorang dokter, "hanya" pasien (sebenarnya bukan pasien sembarangan, tapi pasien yang cerdas) mampu memberikan bumbu garam yang sangat terasa hambar jika tidak diberikan pada tulisan. Garam itu adalah istilah-istilah kedokteran yang semakin membuat isi buku menjadi lebih cerdas (karena memang penulisnya cerdas dan punya jam terbang master).
Ya... penulis harus bisa riset. Riset untuk menambah bobot tulisan, meskipun kita bukan ahlinya.
Nah... sekarang "writing time" untuk praktek.

Bukunya Dahlan Iskan


Beberapa kali terakhir waktu hunting buku aku selalu menemukan "Ganti Hati" dan kemudian "Dua Tangis dan Ribuan Tawa"nya Dahlan Iskan.
Tertarik? tentu, tapi budgetku harus kubatasi jadi aku tetap pada target untuk membeli buku yang kucari lebih dahulu, maklum sedang keranjingan novel.
Pada hari Senin lalu tanggal 27 Pebruari 2012  kembali aku menemukan dua buku menarik tersebut. Setelah kubolak-balik, kubaca bagian belakangnya, aku menaruh kembali pada rak pajangan di bagian depan toko buku. Kembali dengan alasan yang sama aku tidak membeli buku tersebut karena ada yang sedang kuburu. Sayangnya, saat kutanyakan pada kasir untuk cek pengarang buku yang sedang kuburu, buku yang kucari stock out. Akupun melangkah keluar toko buku dengan tangan hampa.
Hari itu juga kubaca di harian Jawa Pos bahwa kedua buku pak menteri telah mengalami cetak ulang berkali-kali, akhirnya kuputuskan untuk kembali ke toko buku esok hari untuk membeli sekaligus kedua buku tersebut.
Jadi kalau dibilang pak menteri tidak mengiklankan bukunya memang betul, tapi secara tidak langsung pemberitaan di harian top di Jawa Timur itu telah menggugah book lover  bahkan hanya book lover untuk memburu buku-buku tersebut. Aku salah satu korban keberuntungan tersebut !!!.
Tak ada keraguan untuk menbaca tulisan Dahlan Iskan yang sudah lama kukagumi tulisan-tulisan beliau

Wirausaha Muda Mandiri


Inspiring people...
Salut buat mereka yang masih muda dan mampu sukses berwirausaha.
Semoga peran mereka akan meningkatkan derajat bangsa kita di dunia, dan yang lebih penting bukan hanya nama Indonesia harum tetapi kebodohan, kemalasan dan kemiskinan dapat diberantas.

No comments:

Post a Comment